Usai Kalah dari Sevilla, Real Madrid Kembali Dikalahkan

Real Madrid tampak sedikit frustasi usai mengalami dua kekalahan beruntun yakni kalah dari Sevilla di La Liga dan kalah dari Celta Vigo di Copa del Rey.

Pertengahan bulan Januari tahun 2017 ini sepertinya bukan waktu yang baik untuk Real Madrid. Bagaimana tidak, mereka yang sebelumnya akan mencapai rekor klub judi bola yang tak terkalahkan akhirnya tumbang juga. Ya, setelah 40 pertandingan tanpa kekalahan, pada hari Minggu (15/1) malam kemarin, Real Madrid ditaklukan Sevilla di kompetisi La Liga dengan skor 1 – 2. Tidak berapa lama setelah itu, hari Kamis (19/1) ini, Real Madrid kembali tumbang saat melawan Celta Vigo di kompetisi Copa del Rey.

Kekalahan Beruntun Real Madrid

Sepertinya Real Madrid sedang sedikit mengalami masalah di pekan ini.Bagaimana tidak, usai 40 kemenangan yang mereka raih, mereka langsung jatuh kalah.Bukan hanya sekali kalah, melainkan dua kali kekalahan beruntun.Menariknya, kekalahan Real Madrid kedua berturut-turut ini adalah yang pertama ketika melawan Celta Vigo di Bernabeu.Artinya, hampir setahun mereka bisa mengalahkan dan menahan Celta Vigo di Bernabeu.

Real Madrid dan Celta Vigo sudah menembus perempat final Copa del Rey. Di leg pertama ini, Real Madrid seperti dipermalukan.Real telah mengalami 40 pertandingan beruntun tak terkalahkan, setelah kalah dari Sevilla mereka juga kalah lagi dari Celta yang telah memenangkan pertandingan keenam. Ini adalah kekalahan pertama tuan rumah di Copa del Rey di dalam lima tahun terakhir.

Pertandingan togel singapura ini sendiri bukan soal menang dan kalah melainkan soal gengsi, strategi dan lainnya yang terlibat di dalamnya.Bisa dikatakan jika kekalahan atas Sevilla dan Celta Vigo ini cukup mengejutkan. Di La Liga, Sevilla terus mengincar dan mengancam dan di Copa del Rey, Real akan dipertaruhkan apakah akan mengalami kekalahan ketiga atau langsung menyerang balik di leg kedua nanti.

Jalannya Laga Real Madrid vs Celta Vigo

Sebenarnya, ada beberapa peluang dari catatan di babak pertama yang dimiliki oleh Cristiano Ronaldo di area penalti, ketika Facundo Roncaglia membuat kontak di daerah terlarang tersebut.Kesempatan tersebut nyatanya belum membuahkan hasil dan Real Madrid memang masih terlihat optimis di babak pertama.Namun, semua terlihat berubah ketika Celta Vigo mencetak gol pertamanya.

Gol pembuka Celta datang dari serangan balik. Theo Bongonda melewati di depan menuju Daniel Wass. Walau sepertinya tidak cukup untuk mencapai sasaran yang dituju, tetapi bola sampai ke Aspas yang kemudian menembakkan bola kea rah gawang.Namun, kemenangan sementara ini ternyata tidak bertahan lama.Real Madrid langsung membalas gol tersebut.

Hanya memimpin selama lima menit, Celta Vigo juga kebobolan. Marcelo menghantam tendangan voli yang cukup keras yang dibelokkan kea rah Roncaglia untuk kemudian mengarah pada kiper Sergio.Ini cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri anak-anak Los Blancos.Namun, kemeriahan tersebut tidak berlangsung lama karena Aspas kembali melakukan serangan balik dan melihat kesempatan pada Castro, yang kemudian melesatkan bola ke gawang Real Madrid.

Skor 2 – 1 untuk Celta Vigo tersebut bertahan hingga menit ke akhir.Bagi Real Madird, mereka masih cukup beruntung terutama untuk Sergio Ramos yang terhindar dari kartu kuning kedua karena menyikut Aspas sebagai langkah yang memperlihatkan jika Real Madrid tampak frustasi usai melihat skor yang menyakitkan.

Selain itu, Karim Benzema yang ditunjuk oleh Zinedine Zidane, belum juga membuahkan hasil. Striker Prancis tersebut sebenarnya memiliki kesempatan tapi bola masih meluncur tinggi di atas mistar gawang. Memang, Real Madrid terlihat masih cukup optimis dan mengancam Celta Vigo untuk pertandingan perempat final Copa del Rey di leg kedua nanti. Jika Celta Vigo kembali membekuk Real Madrid, maka nyata jika Real sedang mengalami penurunan.

Schalke Mengalahkan The Citizens Dapatkan Holger Badstuber

Schalke telah mengalahkan Manchester City di dalam perebutan bek andalan milik Bayern Munich, Holger Badstuber, yang kini telah kembali fit usai cedera.

Pemain sepakbola dengan bakat yang cukup menakjubkan, Holger Badstuber telah resmi untuk dipinjamkan ke Schalke. Artinya, Manchester City telah gagal untuk mendapatkan servisnya. Hanya saja, dalam hal ini Carlo Ancelotti tidak akan pernah menjual Holger Badstuber. Sebaliknya, ia hanya akan menjadikan pemain berusia 27 tahun tersebut hanya sebagai pemain pinjaman saja. Entah apa alasannya, tapi ada cukup banyak alasan kenapa pemain tersebut hanya dilepas sebagai pinjaman saja.

Schalke Menangkan Pertaruhan Atas The Citizens 

Schalke telah setuju untuk menandatangani Holger Badstuber sebagai pemain pinjaman untuk sisa musim ini setelah Bayern Munich mengatakan secara resmi jika sang bek tidak akan dijual. Sebelumnya, Schalke dilaporkan bersaing dengan Manchester City dan Swansea untuk bisa mendatangkan bek asal Jerman tersebut. Schalke kemudian mengatakan jika kesepakatan mgmcash88 telah dilakukan pada hari Selasa awal tahun 2017 ini dan saat ini sedang menunggu proses penyelesaian medis.

Ya, Pep Guardiola mengatakan ia sangat tertarik untuk bisa mendapatkan servis Badstuber sebagai pilihan bek yang tepat untuk pertahanan The Citizens jika sang bek bersedia. Sedangkan Swansea dikaitkan dengan Badstuber setelah Paul Clement meninggalkan Bayern untuk mengambil alih sebagai manajer Swansea.

Sebelumnya bos Bayern, Carlo Ancelotti berbicara dari kamp latihan musim dingin Bayern di Doha. Ia mengatakan jika Badstuber bisa saja pindah dari Munich tapi statusnya tidak boleh permanen. Artinya, sang bek tidak akan dijual namun hanya sebatas pinjaman semata. Hal ini memastikan jika sang bek akan kembali bersama Bayern usai kontrak dengan Schalke selesai.

Ancelotti Tegaskan Status Badstuber Pinjaman

Ancelotti mengatakan; “Saya mengatakan jika ia memutuskan untuk pergi karena ia ingin bermain kita bisa berurusan dengannya selama enam bulan”. Dia menambahkan “Kita bisa berbicara tentang hal ini dengan dia. Tidak ada kesempatan dimana dia akan dijual. Ide klub adalah untuk memperbaharui kontrak. Jika dia ingin pergi untuk bermain, dia akan pergi dengan status pinjaman.”

Sebelumnya, pemain berusia 27 tahun itu hanya bermain selama 28 menit untuk Bayern yang memimpin klasemen Bundesliga sejak Oktober 2016 lalu. Selebihnya, ia duduk di enam pertandingan liga terakhir mereka, dan telah itu memperlihatkan dengan jelas jika dirinya ingin lebih banyak berada di dalam arena pertandingan daripada hanya sekedar duduk menonton.

Hal ini bisa dimengerti mengingat Badstuber telah jatuh dari puncak kesuksesan walau berada di bawah asuhan Ancelotti. Ini dikarenakan dirinya mengalami banyak cedera dalam empat tahun terakhir, termasuk cedera lutut. Cedera yang ia alami memaksa dirinya untuk berhenti hingga waktu yang cukup lama. Namun, tak dapat dipungkiri jika skills yang ia miliki sangat mengesankan dan dibutuhkan oleh Bayern.

Dia telah memenangi gelar terakhir dari 31 caps-nya untuk Jerman pada Maret 2015, tetapi ia merupakan pilihan bek tengah keempat Bayern di skuad yang bertabur bintang tersebut dan berada di belakang Mats Hummels, Jerome Boateng (yang saat ini sedang cedera), dan Javi Martinez.

Ketua Bayern, Karl-Heinz Rummenigge mengatakan; “Holger layak untuk bermain. Dia sudah terluka begitu sering tapi sekarang dia sudah fit kembali secara fisik dan ingin bermain lebih banyak di pertandingan”. “Itu sebabnya dia meminta kami untuk memungkinkan dia untuk dipinjamkan keluar ke Schalke, dan kami dengan senang hati sepakat. Kami berharap Holger akan mendapatkan banyak waktu bermain togel online dalam beberapa bulan mendatang,” tandasnya.

Bukan Tim Terbaik, Portugal Era CR7 Tetap Dikenang Sejarah

Meskipun Timnas Portugal era Cristiano Ronaldo bukanlah Timnas Portugal terbaik, tapi mereka akan selalu dikenang oleh sejarah karena prestasi gemilangnya.

Menurut mantan winger Manchester United yakni Nani jika Timnas Portugal saat ini atau di era Cristiano Ronaldo bukan merupakan timnas Portugal yang terbaik di sepanjang sejarah tim. Namun, walau demikian, Selecao yang telah menjuarai Euro 2016 akan tetap dikenang agen bola di dalam buku sejarah timnas. Gelar Euro 2016 sendiri merupakan gelar internasional yang pertama bagi negara Portugal. Inilah yang membuat timnas Portugal era CR7 ini akan selalu dikenang oleh masyarakat Portugal.

Lebih Dari Sensasi Kemenangan Piala Eropa

Tahun 2016 menjadi tahun yang berharga bagi Timnas Portugal dan seluruh masyarakat Portugal pada umumnya. Bagaimana tidak, mereka telah membawa gelar klub juara di Piala Eropa. Sensasi kemenangan ini tidak bisa dianggap biasa. Apalagi, mengingat di babak penyisihan grup, Timnas Portugal hanya lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Walau demikian, anak-anak Fernando Santos tidak minder dan terus berusaha untuk maju. Mereka terus bergerak dan bertarung mati-matian.

Hasilnya sangat menggembirakan. Di partai puncak, mereka berhasil menggulingkan sang tuan rumah, Prancis dengan skor tipis 1 – 0. Tentunya, ini merupakan lebih dari sekedar hanya kemenangan semata melainkan juga kebanggaan dan tentunya merupakan prestasi yang luar biasa. Ya, walaupun Portugal dianggap masih memiliki kelas di bawah Belgia, Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia mesikpun memiliki bomber tersubur dari Real Madrid, Cristiano Ronaldo, pada kenyataannya Portugal telah berhasil merubah khayalan menjadi kenyataan.

Bagi Nani yang merupakan winger, ia juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengakui jika ia dkk di Timnas Portugal bukan merupakan tim yang terbaik di sepanjang sejarah Portugal. Menurutnya, ada era lain dimana Timnas memiliki banyak pemain yang jauh lebih baik. Akan tetapi, nyatanya mereka yang telah memenangkan sesuatu yang sangat berharga untuk Portugal dan pastinya ia dkk merasa sangat bangga dengan hal tersebut.

Menang Euro 2016, Perasaan Luar Biasa

Menurut Nani, menang di ajang paling bergengsi di Eropa, Euro 2016 merupakan perasaan yang sangat luar biasa. Ia bahkan mengakui jika ia masih cukup sering memikirkan hal tersebut. Menurutnya, kemenangan tersebut adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh mereka pemain terbaik Portugal pada era sebelumnya. Hanya saja, mereka belum bisa mewujudkannya. Nani mengatakan jika memenangi gelar juar untuk negara merupakan pencapaian yang sangat luar biasa.

Kesuksesan mereka memang tidak terlepas dari betapa kerasnya jerih payah dan usaha yang telah mereka lakukan untuk bisa membawa trofi Euro 2016 lalu. Ya, walaupun ada sebagian kalangan yang menilai Portugal hanya mengandalkan keberuntungan saja karena taktik defensif yang juga dipandang membosankan, menurut Nani, para juaralah yang pada akhirnya berpesta sedangkan tim lain yang memiliki permainan yang cantik tetap menderita kekalahan dan tidak bisa merasakan bagaimana rasanya mendapatkan kemenangan yang sesungguhnya.

Setiap tim yang bertanding memiliki strategi yang berbeda untuk mendapatkan target berupa membawa pulang trofi. Bagi Portugal, hasil pertandingan memang tidak mesti sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Tapi mereka memiliki strategi di kompetisi tersebut. Bagi Portugal, strategi mereka adalah untuk bisa menembus final kemudian meraih target untuk memenangi trofi. Oleh sebab itu, cara mereka bermain tidak bisa dijadikan alasan untuk mengkritik.

Menurut Nani, target Portugal adalah menang dan ia dkk telah bisa mewujudkan target tersebut sehingga bagaimanapun gaya bermain yang mereka perlihatkan, semua dilakukan agar bisa meraih target utamanya yakni menjadi juara Eurp 2016. Inilah yang mereka lakukan dan kemenangan besar  togel singapura yang telah mereka lakukan akan selalu dikenang oleh sejarah Portugal.

Jika Negara, Catalonia Jadi 15 Besar Timnas Terhebat Dunia!

Jika Catalonia adalah negara, Xavi mengatakan Catalonia memiliki timnas yang sangat kuat Dan akan menjadi satu dari 10 atau 15 skuad terhebat di dunia.

Sebuah klub mgmcash88 dengan komposisi pemain terbaik dapat mencerminkan kekuatan dari daerah dimana klub tersebut berasal. Contohnya adalah Catalonia yang memiliki skuad terbaik sehingga jika sebuah negara, maka Catalonia memiliki timnas yang terbaik dan terhebat di dunia. Hal ini bukan tanpa sebab mengingat Catalonia memiliki sejumlah pemain hebat dan berkelas. Hal inilah yang diungkapkan oleh sang gelandang veteran bernama Xavi Hernandez. Xavi memang mengatakan hal ini dengan keseriusan.

Catalonia Miliki Skuad Hebat dan Terbaik

Ya, Xavi Hernandez memiliki keyakinan jika jadi sebuah negara, maka Catalonia akan menjadi salah satu dari 15 timnas terhebat dan terbaik di dunia. Xavi mengatakan hal tersebut usai Catalonia bermain melawan Tunisia dan skor berakhir 3 – 3. Dalam laga persahabatan tidak resmi yang dilakukan pada hari Kamis (29/2), Xavi memang melihat kemampuan Catalonia dan memiliki alasan yang kuat kenapa ia mengatakan hal demikian.

Jika dilihat secara detail, maka dapat ditemui jika ada banyak pemain yang memiliki darah Catalonia terutama pemain di Barcelona. Bahkan, di laga melawan Tunisia tersebut, Catalonia tidak menurunkan para pemain terbaiknya dan skuad yang digunakan untuk melawan Tunisia juga tidak penuh. Dikatakan jika hanya ada dua saja pemain yang berasal dari Barcelona saat pertandingan melawan Tunisia tersebut. Mereka adalah Sergi Roberto sebagai gelandang dan Jordi Martip sebagai kiper.

Ini baru dua saja, belum lagi beberapa sosok hebat lainnya yang belum diturunkan seperti Sergio Busquets, Gerard Pique, dan juga Aleix Vidal. Bahkan nama seperti Bojan Krkic dari Stoke City, Kiko Casilla dari Real Madrid dan Cesc Fabregas dari Chelsea belum dikerahkan juga. Oleh sebab itu, apa yang dikatakan Xavi Hernandez yang merupakan mantan dari gelandang Barcelona dan sekarang memakai kostum Al-Sadd, tentang kekuatan dari Catalonia patut diperjhatikan.

Tim Catalonia Bisa Menjadi 10 – 15 Timnas Terbaik Dunia

Bayangkan saja jika Catalonia hanya menurunkan komposisi pemain yang tidak penuh namun bisa menahan imbang Tunisia, maka apa yang dikatakan Xavi bukan sesautu yang berlebihan. Ia megatakan timnas Catalonia – jika sebuah negara – akan menjadi bagian dari 10 atau 15 klub terhebat dan terbaik di dunia ini. Xavi mengatakan jika hal tersebut tidak diragukan lagi mengingat skuad yang ada di Catalonia memiliki potensi yang sangat kuat untuk menjadi klub terbaik

Adapun mengenai hasil imbang saat melawan Tunisia, Xavi mengatakan jika Catalonia sendiri memiliki gaya yang berbeda dari lainnya. Salah satunya karakter atau strategi untuk bermain secara terbuka dan menyerang. Ini adalah sepakbola yang diajarkan oleh para aktor legendaris seperti Pep Guardiola dan Johan Cruyff. Bahkan,  Cruyff sempat menjadi pengasuh dari timnas Catalonia secara apik. Sedangkan untuk Pep Guardiola sendiri merupakan ikon dari dearah tersebut.

Menurt Xavi, di pertandingan malawan Tunisia tersebut Catalonia bermain dengan sangat apik walau Tunisia merupakan klub yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Namun, Catalonia yang bermain menghibur namun tetap memberikan kesan tersendiri memberikan Xavi kesimpulan jika semua pemain berdarah Catalonia disatukan dan dikerahkan sebagai skuad Catalonia yang utuh, maka Catalonia akan mampu beradai di urutan salah satu dari 10 atau 15 timnas terbaik di dunia.

Catalonia memang memiliki sejumlah pemain hebat seperti yang sudah disebutkan di atas. Jika dengan Tunisia yang merupakan klub togel sgp yang kuat kemudian hasil akhrinya adalah imbang, maka skuad Catalonia yang sesungguhnya dapat memberikan permainan yang lebih mengerikan lagi. Sangat wajar jika Xavi mengatakan Catalonia bisa menjadi salah satu dari 10 atau 15 timnas terbaik dan terhebat di dunia.