Marcus Rashford Akan Turun Level ke Tim Inggris U-21

Dikabarkan Rashford akan turun level dan bergabung bersama Timnas Inggris U-21 dikarenakan akan ada Kejuaraan Eropa Junior tahun 2017 mendatang.

Di saat kabar tentang Manchester United yang masih belum menemukan jati dirinya di bawah asuhan Jose Mourinho, kini kabar menarik datang dari si bocah ajaib, Marcus Rashford yang merupakan striker Man United yang usianya masih sangat belia. Kabarnya, ia akan turun level dan kembali bergabung bersama Timnas Inggris U-21 lantaran sang manajer timnas senior Inggris, yakni Gareth Southgate telah memberikan isyarat taruhan bola tersebut. Tentunya, turun level di sini tidak untuk selamanya.

Rashford Akan Membela Timnas Inggris U-21

Rencana pengembalian Rashford ke tubuh Timnas Inggris U-21 ini disampaikan oleh Gareth Southgate. Hal ini dikarenakan Timnas Inggris U-21 akan mengikuti Kejuaraan Eropa Junior tahun 2017 yang akan berlangsung di Polandia. Dengan kata lain, Rashford bisa jadi tidak akan bersama Man United untuk beberapa waktu selama masa Kejuaraan Eropa Junior 2017 ini. Rashford sendiri memang memiliki kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh Timnas. Itulah sebabnya, ia ditarik kembali.

Sejauh ini, prestasi Rashford sangat gemilang. Ia mencatat 5 caps senior. Oleh sebab itu, diprediksikan jika dirinya akan terus memperkuat Timnas Inggris untuk masa selanjutnya. Akan tetapi, adanya Kejuaraan Eropa U-21 yang akan berlangsung pada bulan Juni tahun 2017 nanti akan membuat dirinya harus fokus membela Timnas U-21 seperti halnya yang telah diungkapkan Southgate sebelumnya. Southgate sendiri memiliki beberapa alasan khusus kenapa Rashford harus bergabung.

Menurutnya, pada musim panas tahun 2017, merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk beberapa pemain yang sudah bekerja keras untuk mencapai partai final di Kejuaraan Eropa Junior. Para pemain ini, menurut Southgate akan membangun sebuah momentum setelah mereka sukses pada turnamen Toulon di musim panas tahun lalu. Ia menambahkan jika Marcus akan mendapatkan banyak manfaat dari mengikuti kejuaraan ini walaupun disadari jika beban kerja yang dimiliki Rashford di sepanjang musim ini sangat besar.

Kemampuan Rashford yang Mengagumkan

Pastinya, hal ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kemampuan atau skills Rasfhord. Kendati usia masih belia yakni 19 tahun (lahir 31 Oktober 1997), ia sudah dipercaya untuk bermain sebagai tim utama dan menjadi ujung tombak. Permainan yang ditawarkannya juga sangat mengagumkan. Ia memiliki segalanya di usianya yang masih belia sehingga menjadi nomanisi untuk gelar Golden Boy 2016 walau gelar tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Renato Sanches.

Rashford tidak hanya merupakan pemain hebat di lini depan Man United, tetapi juga pemain yang cukup menyulitkan lawan-lawannya. Bahkan, ia digadang-gadang sebagai biang keladi dari telatnya gol Arsenal. Tidak hanya itu, Arsene Wenger, pelatih The Gunners, kabarnya juga dihantui oleh aksi mematikan yang dilakukan oleh Rashford. Rashford memang menjelma sebagai pemain muda yang menaktukan. Wajar ketika gelar Rising Star of The Year ia peroleh. Ia memang pantas untuk mendapatkannya.

Rashford juga memiliki rasa kepercayaan diri. Pemain yang mengaku banyak mendapatkan pelajaran dari Ibra ini memang mudah dan tanggap untuk menerima pelajaran yang baru. Pelajaran baru ini bahkan ia praktekan saat berada di atas rumput hijau. Inilah yang membuatnya terus percaya diri. Bahkan, ia pernah mengatakan jika Ibra yang telah mengajari berbagai trik menendang, telah mengajarinya lebih dari sekedar apa yang Ibra tahu.

Jika nantinya Rashford bakal jadi kembali ke Timnas U-21 memang sejatinya, timnas Inggris membutuhkan sosok pemain ini di lini depan. Sehingga, walau dianggap turun level bukan berarti Rashford akan menolaknya karena ia masih muda dan memiliki banyak kesempatan apalagi skills togel online yang ia miliki juga mumpuni.

Striker Ini Persembahkan Gol untuk Rekannya di Chapecoense

Marlon, striker asal Brasil yang membela Mitra Kukar merasa duka yang mendalam karena kehilangan 3 sahabatnya yang merupakan pemain Chapecoense.

Kabar dari jatuhnya pesawat yang dinaiki oleh skuat asal Brasil yang akan melakukan laga final Copa Sudamericana untuk bertandang melawan Atletico Nacional, tidak hanya dirasakan oleh pecinta bola di Amerika Selatan sana, melainkan juga di tanah air. Striker Mitra Kukar, Marlon Da Silva De Moura merasakan tragedi yang memilukan dan mendalam. Ia ingin menorehkan gol saat melawan Persija untuk rekan-rekannya yang merupakan pemain Chapecoense yang meninggal dunia.

Tragedi dan Ikatan Persahabatan

Tragedi naasnya pesawat yang memuat skuat Chapecoense yang jatuh di daerah Medellin sedang menjadi trending topic saat ini. Bahkan, FIFA pun berencana menggelar tribut / penghargaan untuk para pemain yang meninggal dunia. Kabarnya, hanya ada 7 orang yang selamat dan 76 orang meninggal dunia termasuk skuat inti Chapecoense. Bahkan, sang kiper, Danilo yang sempat dikabarkan selamat, kemudian meninggal saat berada di rumah sakit. Ya, kecelakaan ini sangat parah karena pesawat jatuh dari ketinggian dan berubah menjadi puing-puing.

Kabar menyedihkan ini juga dirasakan oleh Marlon Da Silva De Moura yang merupakan pemain asing yang membela Mitra Kukar saat ini. Hal ini dirasakannya bukan karena ia adalah pemain sepak bola dan ini adalah tragedi memilukan di dunia sepak bola melainkan karena 3 sahabat dekatnya adalah pemain Chapecoense yang menjadi korban kecelakaan tersebut dan dipastikan 3 sahabatnya meninggal dunia. Pastinya, ia begitu merasakan duka yang mendalam. Ini adalah ikatan sahabat dan darah yang tak bisa digambarkan.

3 sahabat Marlon yang juga pemain Chapecoense adalah Jasimar, Bruno Rangel dan Filipe Machado. Marlon juga sempat bercerita jika dirinya pernah bermain sepak bola mgmcash88 bersama 3 pemain tersebut. Namun, kenangan itu kini telah berubah menjadi tangisan yang tidak mudah untuk diungkapkan. Rasa sedih sekaligus pasrah tentu ia alami saat ini. Bagaimana tidak, 3 sahabat dekatnya secara sekaligus meninggalkannya. Namun, ia justru menjadikan hal tersebut sebagai motivasi.

Marlon Ingin Sumbangkan Gol ke Gawang Persija untuk Sahabatnya

Dari cerita yang disampaikan Marlon, diketahui jika ia pernah bermain bersama Filipe Machado dan Bruno Rangel saat mereka berada di dalam satu tim, Boavista. Kemudian, Marlon pernah berada dalam satu tim bersama Jasimar saat bersama-sama membela Internacional. Marlon mengatakan jika ia sangat kehilangan sekali. Menurutnya, 3 rekannya tersebut adalah orang yang baik dan ia sudah berteman lama dengan mereka semua. Ia juga mengatakan jika dirinya sangat sedih mendengar kabar naas ini.

Tapi, kesedihannya tidak lantas menjadikannya terpuruk dan terus berkabung. Striker Mitra Kukar asal Brasil tersebut menegaskan jika dirinya akan tetap tampil maksimal pada saat melawan Persija Jakarta, di ajang ISC A 2016 hari Jumat (2/12). Bahkan, ia sangat bersemangat untuk bisa mencetak gol yang ia persembahkan untuk ketiga mendiang rekannya tersebut. Ia juga berencana mengenakan baju dengan tulisan nama mereka. Ia hanya mampu memberikan gol untuk bisa mengenang mereka.

Marlon sendiri di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 sudah mengemas 14 gol. Dengan semangat dan kesedihan ini, tentunya gol yang ingin ia cetak memiliki arti yang lebih dalam sekaligus kenangan terhadap 3 sahabatnya akan kembali terbayang. Gol di laga ini juga tentunya tidak hanya berarti untuk dirinya saja melainkan juga untuk klub yang tentunya memiliki impian untuk bisa menjuarai ISC A ini. Inilah bentuk ikatan persahabatan dan profesionalisme yang tinggi.